Teknik Routing Internet
Konsep
IP address, network address, subnet mask, broadcast address merupakan dasar
dari teknik routing di Internet. Untuk memahami ini semua kemampuan matematika
khususnya matematika boolean, atau matematika binary akan sangat membantu
memahami konsep routing Internet. Contoh pertanyaan yang sering dilontarkan,
- Mengapa kita memilih IP address 192.168.1.5?
- Mengapa subnet mask yang digunakan 255.255.255.224? mengapa bukan angka lain?
- Mengapa network address 167.205.10.0?
- Mengapa broadcast address-nya 202.159.32.15?
- Dll.
Bagaimana
menentukan semua alamat-alamat tersebut? Hal tersebut yang akan dicoba
dijelaskan secara sederhana dalam tulisan ini.
Kalkulator - Alat bantu yang dibutuhkan
Untuk memudahkan
kehidupan anda, ada baiknya menggunakan fasilitas kalkulator yang ada di
Windows. Di Windows 98 dapat di akses melalui Start à Programs à
Accessories à
Calculator.
Calculator yang standar
memang sulit digunakan untuk membantu kalkulasi biner, oleh karena itu pilih
View à
Scientific untuk memperoleh tampilan kalkulator scientifik yang dapat digunakan
untuk perhitungan biner.
Dengan cara memindah
mode operasi ke bin, maka nilai yang ada akan berubah menjadi binary. Pada
gambar contoh diperlihatkan nilai awal 15 desimal, di pindahkan menjadi 1111
binary.
Sedikit Aljabar Boolean
Aljabar
boolean adalah teknik menghitung dalam bilangan binary 101010111 dsb. Proses
konversi dari desimal ke binary sudah tidak perlu kita pikirkan lagi karena sudah
dibantu menggunakan kalkulator yang ada di Windows 98.
Dari
sekian banyak fungsi yang ada di aljabar boolean, seperti and, or, xor, not
dll., untuk keperluan teknik routing di Internet, kita hanya memerlukan fungsi
“dan” atau “and”. Contoh,
1 and 1 = 1
1 and 0 = 0
0 and 1 = 0
0 and 0 = 0
atau
yang lebih kompleks
11001010.10011111.00010111.00101101
di
AND dengan
11111111.11111111.11111111.00000000
menjadi
11001010.10011111.00010111.00000000
Tidak
percaya? Coba saja masukan angka-angka di atas ke kalkulator Windows, anda akan
memperoleh hasil persis seperti tertera di atas. Pusing? Mari kita konversikan
bilangan binary di atas menjadi bilangan desimal supaya anda tidak terlalu
pusing melihat angka 10101 dsb. Dalam notasi desimal, kalimat di atas menjadi,
202.159.23.45
di
AND dengan
255.255.255.0
menjadi
202.159.23.0
Cukup
familiar? Coba perhatikan nilai-nilai alamat IP yang biasa kita masukan di
Start à
Settings à
Control Panel à
Network à
TCP/IP Properties.
Kalau
kita perhatikan baik-baik maka panjang sebuah alamat IP adalah 32 bit, yang
dibagi dalam empat (4) segmen yang di beri tanda titik “.” antar segmen-nya.
Artinya setiap segmen terdapat delapan (8) bit.
Alokasi jumlah alamat IP di Jaringan
Teknik
subnet merupakan cara yang biasa digunakan untuk mengalokasikan sejumlah alamat
IP di sebuah jaringan (LAN atau WAN). Teknik subnet menjadi penting bila kita
mempunyai alokasi IP yang terbatas misalnya hanya ada 200 IP yang akan di
distribusikan ke beberapa LAN.
Untuk
memberikan gambaran, misalkan kita mempunyai alokasi alamat IP dari 192.168.1.0
s/d 192.168.1.255 untuk 254 host, maka parameter yang digunakan untuk alokasi
adalah:
192.168.1.255 – broadcast address
LAN
255.255.255.0 - subnet mask LAN
192.168.1.0 – netwok address LAN.
192.168.1.25 – contoh IP address salah workstation di LAN.
Perhatikan
bahwa,
- Alamat IP yang pertama 192.168.1.0 tidak digunakan untuk workstation, tapi untuk menginformasikan bahwa LAN tersebut menggunakan alamat 192.168.1.0. Istilah keren-nya alamat IP 192.168.1.0 di sebut network address.
- Alamat IP yang terakhir 192.168.1.255 juga tidak digunakan untuk workstation, tapi digunakan untuk alamat broadcast. Alamat broadcast digunakan untuk memberikan informasi ke seluruh workstation yang berada di network 192.168.1.0 tersebut. Contoh informasi broadcast adalah informasi routing menggunakan Routing Information Protocol (RIP).
- Subnet mask LAN 255.255.255.0, dalam bahasa yang sederhana dapat di terjemahkan bahwa setiap bit “1” menunjukan posisi network address, sedang setiap bit “0” menunjukan posisi host address.
Konsep
network address & host address menjadi penting sekali berkaitan erat dengan
subnet mask. Perhatikan dari contoh di atas maka alamat yang digunakan adalah
192.168.1.0
network address
192.168.1.1
host ke 1
192.168.1.2
host ke 2
192.168.1.3
host ke 3
……
192.168.1.254 host ke 254
192.168.1.255 broacast address
Perhatikan
bahwa angka 192.168.1 tidak pernah berubah sama sekali. Hal ini menyebabkan
network address yang digunakan 192.168.1.0. Jika diperhatikan maka 192.168.1
terdiri dari 24 bit yang konstan tidak berubah, hanya delapan (8) bit terakhir
yang berubah memberikan identifikasi mesin yang mana. Tidak heran kalau netmask
yang digunakan adalah
(binary) 11111111.11111111.11111111.00000000
(desimal) 255.255.255.0.
Walaupun
alamat IP workstation tetap, tapi netmask yang digunakan di masing-masing
router akan berubah-ubah tergantung posisi router dalam jaringan. Bingung? Mari
kita lihat analogi di jaringan telepon yang biasa kita gunakan sehari-hari,
misalnya kita mempunyai nomor telepon yang dapat di telepon dari luar negeri
dengan nomor,
+62 21 420 1234
Lokasi
nomor telepon tersebut di Jakarta, dengan sentral sekitar senen & cempaka
putih. Kita perhatikan perilaku sentral telepon di tiga lokasi
1.
Sentral di Amerika Serikat
2.
Sentral di Indosat Jakarta
3.
Sentral telepon di Telkom Jakarta Gatot Subroto
4.
Sentral telepon di Senen, Cempaka Putih.
Pada
saat kawan kita di amerika serikat akan menghubungi rekannya di Jakarta dengan
nomor +62 21 420 1234.
Pada
sentral di Amerika Serikat, hanya memperhatikan dua digit pertama (+62),
setelah membaca angka +62 tanpa memperdulikan angka selanjutnya maka sentral di
Amerika Serikat akan menghubungi gerbang SLI di Indosat Jakarta untuk
memperoleh sambungan. Perhatikan di sini netmask di sentral amerika serikat
untuk jaringan di Indonesia hanya cukup dua digit pertama, selebihnya di anggap
host (handset) di jaringan telepon Indonesia yang tidak perlu di perdulikan
oleh sentral di Amerika Serikat.
Pada
sentral Indosat Jakarta, berbeda dengan sentral di Amerika Serikat, akan
memperhatikan dua digit selanjutnya (jadi total +62 21). Dari informasi
tersebut sentral indosat mengetahui bahwa trafik tersebut untuk Jakarta dan
akan meneruskan trafik ke sentral Telkom di Jl. Gatot Subroto di Jakarta.
Perhatikan sekarang netmask menjadi empat (4) digit.
Pada
sentral Telkom di Gatot Subroto Jakarta akan
melihat tiga (3) digit selanjutnya (+62 21 420). Dari informasi tersebut
maka sentral Telkom Gatot Subroto akan meneruskan trafik ke sentral yang lebih
rendah kemungkinan di Gambir atau sekitar Senen. Perhatikan sekarang netmask
menjadi tujuh (7) digit.
Pada
sentral terakhir di Gambir atau Senen, akan dilihat pelanggan mana yang di tuju
yang terdapat dalam empat digit terakhir (1234). Maka sampailah trafik ke
tujuan. Nomor pelanggan kira-kira ekuivalen dengan host address di jaringan
Internet.
Mudah-mudahan
menjadi lebih jelas fungsi netmask. Secara sederhana netmask digunakan untuk
memisahkan antara network address & host address untuk memudahkan proses
routing di jaringan Internet. Dengan adanya netmask kita tidak perlu
memperhatikan seluruh alamat IP yang ada, tapi cukup memperhatikan segelintir
network address saja.
Beberapa
contoh network address di Internet di Indonesia, dapat dengan mudah mengidentifikasi
ISP atau pemilik jaringan tersebut, misalnya,
202.134.0.0
telkom.net
202.154.0.0 rad.net.id
202.159.0.0
indo.net.id
202.158.0.0
cbn.net.id
167.205.0.0
itb.ac.id
terlihat
jelas bahwa terdapat sebuah struktur penomoran, terlihat sekali bahwa IP
address dengan awalan 202 umumnya ISP dari Indonesia yang di alokasikan oleh
penguasa IP di Internet seperti www.icann.org.
Dengan teknik ini sebetulnya dari Internet untuk mengarah ke Indonesia cukup
melakukan masking dengan mask
255.0.0.0
karena
delapan (8) bit pertama yang perlu di mask. Biasanya pada router dapat juga di
tulis dengan kalimat
202.159.0.0/8
ada
slash /8 di belakang IP address menandakan bahwa cukup delapan (8) bit pertama
yang perlu diperhatikan.
Selanjutnya
untuk mengarahkan paket data ke jaringan internal di IndoNet (indo.net.id),
maka masking pada router di IndoNet atau berbagai ISP di Jakarta adalah
255.255.0.0
atau
pada router tersebut dapat digunakan routing ke arah
202.159.0.0/16
perhatikan
sekarang slash yang digunakan adalah slah 16 (/16), artinya cukup diperhatikan
16 bit saja dari total 32 bit IP address yang ada.
Selanjutnya
mengarahkan paket ke PT. Antah Berantah yang memiliki sambungan leased line di
IndoNet, pada router di IndoNet dapat digunakan masking yang tidak terlalu
normal misalnya
255.255.255.240
atau
dapat digunakan pengalamatan
202.159.12.0/24
artinya
router harus memperhatikan 24 bit pertama dari IP address.
Sintaks Penambahan Route
Setelah
kita mengetahui pola fikir routing pada Internet, maka langkah selanjutnya yang
perlu kita tahu adalah cara menambahkan route pada tabel route di komputer. Hal
ini tidak terlalu sukar, perintah yang dapat digunakan adalah
C:> route (di Windows)
# route (di Linux)
di
Windows format penambahan route tersebut sangat sederhana yaitu
C:> route add 202.159.0.0 netmask
255.255.0.0 192.168.0.1 metric 3
Di
Linux format-nya dapat menjadi
# route add –net 202.159.0.0/16 gw
192.168.0.1 metric 3
Dimana
202.159.0.0 adalah network address (dapat juga kalau dibutuhkan kita memberikan
routing ke sebuah host); 255.255.0.0 atau /16 adalah netmask yang digunakan;
192.168.0.1 adalah gateway yang digunakan; metric 3 menandakan prioritas
routing, yang dapat dikosongkan saja.
Untuk
melihat tabel routing di komputer kita dapat dilakukan dengan perintah
C:> netstat –nr (di Windows)
C:> route print (di Windows)
# netstat –nr (di Linux)
# route (di Linux)
Tentunya
akan pusing kepala jika kita beroperasi pada jaringan yang kompleks. Sebaiknya
kita menggunakan teknik routing yang automatis. Hal ini dapat dilakukan dengan
mudah di Linux dengan menjalankan software seperti
# routed
atau
# gated
software
routing seperti ini mungkin ada di Windows NT atau Windows 2000, tapi tidak
pada Windows 98.
by Onno
W. Purbo



Komentar
Posting Komentar